Waspadai Penyakit Scrub Tifus yang Sedang Musim

scrub tifus

Scrub Tifus adalah jenis penyakit endemik yang sering berada di daerah tropis dan subtropis di kawasan benua Asia. Masa puncak infeksi penyakit tersebut terjadi pada periode Mei sampai Oktober. Hewan kecil sejenis kutu “Tungau” merupakan faktor penyebab dari terjadinya Scrub Tifus.

Mamalia kecil tersebut sering hinggap di bantal, kasur juga pakaian. Untuk menghindari serangan hewan kecil menyebalkan ini, anda diwajibkan untuk memakai baju warna cerah berlengan panjang, lalu balurkan cream anti gigitan nyamuk pada kulit.

Penyakit jenis ruam panas ini terjadi ketika kita diserang (digigit) oleh hewan Tungau Rickettsia Tsutsugamushi. Tungau juga sering hinggap di ujung alang-alang, sehingga peluang kita mengalami gigitan dari hewan ini di tanah berumput pinggiran kota jauh lebih besar.

Bicara gejala yang terjadi akibat Penyakit Scrub Tifus, lumayan banyak seperti diantaranya, Kelenjar Getah Bening, Sakit Kepala, Demam Tinggi, Malaise, Anorexia, Ruam dan Sakit Punggung. Masa inkubasi yang terjadi setelah diserang Scrub Tifus sekitar 9-12 hari.

Proses terjadinya, akan muncul keropeng berwarna hitam atau gelap di area yang digigit tanpa ada rasa sakit, setelah 10 harian berlalu mulailah muncul gejala penyakit seperti Sakit Kepala, Demam Tinggi, Limfadenopati, Konjungtiva, dan penyakit radang lainnya.

Demam akan terjadi sekitar satu mingguan, lalu setelah itu akan terbentuk erupsi pada kulit berwarna gelap di bagian tubuh, dan menyebar hingga akhirnya akan hilang dalam beberapa hari. Gejala seperti Radang Otak, Pneumonia, Miokarditis, dan beberapa penyakit komplikasi lainnya akan menyerang jika penyakit Scrub Tifus tidak ditangan dengan cepat. Tingkat kematian akibat dari penyakit ini adalah 60%, apabila setelah melakukan terapi atau pengobatan akan berkurang menjadi 5%.

Baca artikel menarik lainnya : 5 Vaksinasi Penting Bagi Orang Dewasa